Selasa, 21 Agustus 2012

Optimasi Pemucatan CPO menggunakan Arang Aktif dan Bentonit

Negara Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Departemen Pertanian memperkirakan produksi CPO nasional 2009 akan mencapai 21,511 juta ton dari luas kebun yang mencapai 7,693 juta hektare. Perkiraan itu naik dari prediksi semula yang hanya sekitar 20 juta ton. Selama 2008, produksi CPO Indonesia mencapai 19,2 juta ton dari lahan sawit seluas 7,2 juta hektar (Arifenie & Saepudin 1999). Dengan demikian pengetahuan tentang CPO, termasuk teknik-teknik pemurniannya perlu
diketahui dengan baik. Salah satu teknik pemurnian CPO adalah dengan cara pemucatan (bleaching).
Dalam pemurnian CPO terdapat beberapa tahan penting. Tahap pertama adalah pembuangan fosfatida yang sering disebut dengan proses degumming. Fosfatida membuat minyak menjadi gelap selama penyimpanan dan akan mengakibatkan berkumpulnya air dalam produk ester. Tahap kedua adalah deasidifikasi atau netralisasi yang berguna untuk mencegah bau tengik dari produk. Tahap selanjutnya, yaitu tahap pemucatan atau bleaching yang berguna untuk menghilangkan zat warna dan bahan berbau dari lemak/minyak.
Proses pemucatan biasanya dilakukan dengan penyerapan melalui bleaching earth (bentonit), arang aktif dan lain sebagainya (Syah 2006). Hermansyah (2003) telah menguji pemanfaatan adsorben arang dari tulang sebagai bahan penyerap untuk penurunan kadar β-karoten yang ada pada CPO dan menghasilkan hasil yang cukup baik. Selain itu gabungan beberapa adsorben pun sering digunakan dalam proses pemucatan seperti
arang aktif dan bentonit dengan perbandingan (arang aktif:bentonit) 1:10 sampai 1:20 (Ali et al. 2005). Namun demikian, tidak dijelaskan pada perbandingan berapa kondisi optimum dicapai. Selain itu juga tidak dijelaskan berapa temperatur dan waktu yang paling sesuai untuk proses pemucatan. Oleh karena itu dalam
penelitian ini dilakukan penentuan perbandingan optimum adsorben arang aktif dan bentonit, temperatur optimum dan waktu optimum, sehingga dihasilkan suatu produk hasil pemucatan yang optimal.
 Untuk Metode dan Hasil penelitian dapat di KLIIIIIK disini




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar